new life, new hope

July 14, 2012 § Leave a comment

Oke, cerita perjalanan dari kota kelahiran tercinta, Malang, menuju ITB-SEAMOLEC dimulai setelah melalui perdebatan dan pergolakan tentang jadi tidaknya mengambil program transfer D3-D4 ITB-SEAMOLEC ini. Sebenarnya inti masalahnya bukan saya mau berangkat atau tidak, kalau berangkat memang dari awal sudah yakin kalo diterima pasti berangkat. Tapi yang jadi masalah itu saya meninggalkan banyak tanggungan di Malang jika saya berangkat. Tanggungan itu antara lain project-project yang akan saya buat dengan teman-teman saya maupun project pribadi, seperti pembuatan album kenangan angkatan, film pendek, pesanan logo dari 2 brand. Selain itu yang paling berat adalah meninggalkan keluarga, terutama Ibu dan tulang rusuk saya.

Tapi ya life must go on… Saya akhirnya memutuskan untuk berangkat menuju ITB bersama 3 teman saya untuk melakukan registrasi dengan sebelumnya memastikan bahwa tanggungan yang saya tinggalkan itu sudah ada yang bisa menggantikannnya. Registrasi yang dilakukan di kampus ITB sendiri dilaksanakan tanggal 9-10 juli. Nah, saya dan teman saya satu lagi belum melakukan yudisium laporan akhir. Sedangkan yudisium laporan akhir dilaksanakan pada tanggal 9 Juli. Padahal rencana awal kita berangkat ke Bandung itu pada hari Sabtu atau Minggu, supaya nantinya disana tidak terburu-buru. Namun karena dari pihak kampus yang menyatakan bahwa seluruh mahasiswa wajib mengikuti kegiatan yudisium tanpa ada alasan apapun, kami berdua akhirnya mengikuti kegiatan yudisium tersebut. Akhirnya terpaksa kita berangkat pada hari senin itu setelah selesai yudisium.

Setelah yudisium selesai sekitar pukul 11.00 WIB, kami berdua langsung pulang setelah sebelumnya berpamitan ke teman-teman dan dosen-dosen terlebih dahulu. Disinilah awal cobaan dimulai. Hari sebelumnya kita sudah memesan tiket bus untuk berangkat ke Bandung, karena tiket KA untuk ke Bandung sudah habis semua. Jadwal keberangkatan sebenarnya jam 2 siang, namun ya karena  Indonesia suka memakai jam karet, busnya baru dating jam 5 sore. Kasihan. Pada waktu berangkat ini saya baru merasakan rasanya pergi jauh untuk pertama kalinya. Pertama kalinya pergi jauh bukan dengan niat liburan, tapi dengan niat belajar. Pertama kalinya jauh dari orang tua, tuang rusukku, jauh dari kota Malang. Sedih, pasti. Namun inilah yang harus dilewati dan diniati, untuk member bukti bahwa saya dan teman-teman saya bisa.

Perjalanan Malang – Bandung menggunakan bus memakan waktu hampir 19 jam. Sekitar jam 13.30, hari selasa 10 Juli 2012, sampai di Bandung, di tempat agen bus yang kami naiki di Jl. Ambon. Sesampainya disana, salah satu teman saya, Wuri, menghubungi temannya yang kebetulan kuliah di ITB untuk menunjukkan jalan. Maklum kami berempat buta jalanan kota Bandung. Akhirnya setelah temannya Wuri dating, kami berempat pergi ke kampus ITB menggunakan taksi. Sampai di kampus ITB sekitar jam 14.30. Kemudian kami langsung pergi ke gedung Labtek VIII untuk melakukan registrasi.

Di gedung inilah kejadian yang paling mustahil terjadi. Pada saat selesai mengisi form registrasi dan mulai  mengumpulkan berkas-berkas yang harus dimasukkan map hijau, saya baru ingat kalau bukti pembayaran registrasi dan ujian tidak saya bawa! Sambil sedikit panik, kaget, tidak menyangka kalau berkas-berkas itu tertinggal. Sialnya, bukti pembayaran 2 teman saya, Eva dan Wuri, juga saya bawa waktu itu sehingga punya mereka juga ikut tertinggal. Apes. Belum selesai pikiran kacau setelah bukti pembayaran tertinggal, ternyata saya juga belum membawa CV, fotokopi, dan draf kontrak! Apes dua kali. Akhirnya kami berempat memberanikan diri untuk melakukan registrasi dan waktu itu saya juga minta ijin untuk fotokopi KTP dan nge-print CV serta draf kontrak terlebih dahulu. Dengan sedikit sok tau saya langsung pergi ke pintu belakang ITB, padahal itu baru pertama kalinya menginjakkan kaki di kampus ITB. Setelah sampai di pintu belakang ternyata memang ada kios fotokopi dan print. Alhamdulillah sampai disini masalah saya lancar dan saya beserta 3 teman saya bisa melakukan registrasi. Sedangkan masalah bukti pembayaran tadi dikirimkan oleh teman saya di Malang menuju kantor Seamolec langsung, insyaAllah sampai senin depan ini.

Satu masalah selesai, selanjutnya bagaimana cara saya bermalam hari ini. Akhirnya saya diantarkan Wuri ke basecamp anak Nganjuk yang kuliah di ITB dan Alhamdulillah saya bisa bermalam hari ini, yang penting bisa tidur itu sudah senang. Besoknya adalah acara pembukaan program transfer D4 ITB-SEAMOLEC yang diadakan di gedung Labtek VII kampus ITB. Sempat molor juga waktu pelaksanaannya, yang awalnya dibilang jam 10 ternyata baru mulai sekitar jam 11.30. Indonesia, maklum. Acaranya selesai sekitar jam 1 siang. Setelah itu kami berempat kembali ke tempat kami menginap untuk mengambil barang bawaan kami dan pergi menuju kampus ITB, tepatnya di pintu belakang ITB, untuk memulai perjalanan menuju Pondok Cabe menggunakan travel.

Saat kami membawa barang yang memang parah banyaknya, setiap orang maupun mahasiswa yang lewat di sekitar ITB langsung dengan otomatis melihat ke arah kita. Who’s care? :P . Perjalanan menuju Pondok Cabe dimulai sekitar jam 15.30 dan sampai di Pondok Cabe, tepatnya di Universitas Terbuka sekitar jam 7 malam. Kemudian setelah sholat isya’ di masjid UT, kami pergi mencari tempat kos di sekitar Jl. Merica, dan Alhamdulillah dapat. Lega. Akhirnya malam ini kita berempat bisa tidur dengan nyenyak. Memang perjalanan yang melelahkan, namun banyak pelajaran yang bisa didapat dalam setiap perjalanan. Ada harapan baru di depan sana yang harus saya raih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading new life, new hope at dimazfakhr.

meta

%d bloggers like this: